Animalia

 ANIMALIA


    Selamat datang ke dalam kingdom Anda, kingdom animalia. Ahli biologi telah mengidentifikasi 1,3 juta spesies hewan yang masih hidup sampai saat ini. Hewan adalah organisme eukariotik multiseluler dan heterotrofik dengan jaringan yang berkembang dari lapisan embrionik. Mengapa hewan dikelompokkan ke dalam organisme eukariotik multiseluler? Karena tubuh hewan disusun oleh milyaran sel yang memiliki membran nukleus dan sistem endomembran. Hewan berbeda dengan tumbuhan yang dapat menghasilkan molekul organik melalui peristiwa fotosintesis. Hewan harus mengkonsumsi molekul organik dengan memakan organisme hidup lain atau menelan molekul organik tak hidup.

 1. Ciri-ciri Kingdom Animalia 

a. Semua organisme yang termasuk ke dalam kingdom Animalia merupakan organisme eukariotik. 

b. Organisme yang termasuk ke dalam kingdom Animalia merupakan multiselular. 

c. Animalia tidak mempunyai dinding sel. 

d. Animalia dapat bergerak aktif.

e. Tidak berklorofil sehingga bersifat heterotrof. 

f. Habitat darat dan aquatik. 

g. Bereproduksi secara seksual dan aseksual, aseksual diantaranya; fragmentasi dan tunas.

h. Kingdom ini mempunyai keanekaragaman paling tinggi. 

2. Klasifikasi kingdom Animalia 

Klasifikasi kingdom Animalia berdasarkan simetri tubuh dan lapisan penyusun tubuh 

a. Simetri Tubuh 

1) Simetri Radial Simetri radial menggambarkan bahwa hewan mempunyai bagian tubuhyang tersusun melingkar.Apabila diambil garis yang melewati. Mulut akan menghasilkan bagian-bagian yang sama. Hewan ini hanya memiliki bagian oral (puncak) dan bagian aboral (dasar). Contoh : bintang laut (Filum Echinodermata).

 2) Simetri Bilateral 

Simetri bilateral menggambar hewan yang bagian tubuhnyatersusun bersebelahan dengan bagian yang lain. Apabila diambil garis memotong yang melewati mulut dan anus, akan menghasilkan bagian yang sama antara sisi kiri dan kanan. Hewan dengan simetri bilateral memiliki sisi atas (dorsal), sisibawah (ventral), sisi kepala (anterior), sisi ekor (posterior),dan sisi samping (lateral). Contoh: manusia.

b. Lapisan Penyusun 

Berdasarkan jumlah lapisan tubuh, hewan dapat dibedakan menjadi dua yaitu diploblastik dan triploblastik. 

1) Hewan Diploblastik

Hewan diploblastik memiliki dua lapisan sel pembentuk tubuh, yaitu ektoderma (lapisan luar) dan endoderma (lapisan dalam).

2) Hewan Tripoblastik

Hewan tripoblastik memiliki tiga lapis sel pembentuk tubuh. Tiga lapis sel tersebut yaitu ektoderma, mesoderma (lapisan tengah), dan endoderma. Ektoderma pada hewan tripoblastik berkembang menjadi epidermis dansistem saraf. Mesoderma berkembang menjadi jaringan otot dan jaringanlainnya. Sementara itu, endoderma berkembang menjadi usus dan kelenjer pencernaan. Hewan tripoblastik dibedakan berdasarkan ada tidaknya rongga tubuh. Hewan tersebut yaitu aselomata, pseudeselomata, dan selomata. Aselomata merupakan hewan yang tidak mempunyai rongga di antara usus dan tubuh terluarnya. Pseudoselomata merupakan hewan yang mempunyai rongga dalam saluran tubuh yang berisi cairan tanpa dibatasi jaringan dari mesoderma. Hewan selomata memiliki rongga tubuh yang berisi cairan dan mempunyai batas yang berasal dari jaringan mesoderma.

c. Klasifikasi Invertebrata

Berdasarkan perbedaan pada simetri tubuh dan lapisan penyusun tubuhnya kingdom Animalia dibagi menjadi Sembilan Filum yaitu Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Echinodermata dan Arthropoda sering disebut hewan Avertebrata. Avertebrata merupakan hewan yang tidak mempunyai tulang belakang (vertebrae). Hewan-hewan ini banyak dijumpai di darat, air tawar, maupun di laut.

a) Filum Porifera

Porifera merupakan kelompok hewan yang menetap (sessil) di dasar perairan. Tubuh hewan ini mempunyai pori atau lubang-lubang kecil yang disebut ostium. Porifera termasuk hewan diploblastik. Oleh karena itu, hewan ini tersusun atas dua lapis sel. Lapisan luar tersusun oleh sel-sel epitel sederhana yang disebut pinakosit. Sementara itu di lapisan dalam tersusun 3 oleh sel-sel berleher dinamakan sel koanosit. Koanosit mempunyai flagella, vakuola dan nukleus. Diantara pinakosit dan koanosit terdapat mesoglea. Berdasarkan bentuk dan kandungan spikula, porifera dibagi menjadi kelas sebagai berikut:

1). Kelas Calcarea 

Rangka tubuh calcarea bersifat kalkareus. Hal ini Karena spikulanya mengandung kalsium karbonat (kapur). Sebagian spikulanya berbentuk monaxon dan triakson. Anggota kelas ini banyak tersebar di laut dangkaldi seluruh dunia. Contoh: Scypa sp., Cerantia sp., Sycon sp., Leucon sp., dan Clathrina sp. 

2). Kelas Hexactinellida 

Spikula pada kelas ini mengandung banyak benang silikat. Sementara itu spikulanya berbentuk triakson dengan enam cabang. Bentuk hewanhewan pada kelas ini menyerupai gelas. Oleh karena itu anggotanya dikenal dengan nama sponggelas. Contoh: Euplec tella sp., Pheronema sp., Hyalonema sp. 

3). Kelas Demospongia

Hewan anggota kelas ini bertulang lunak Karena tidak mempunyai rangka. Apabila ada yang memili rangka, maka rangkanya tersusun dari serabutserabut sponging dengan spikula dari zat silikat. Bentukspikulanya ada yang Monaxonatau tetraxon. Contoh: Euspongia sp., Callyspongia sp., Clionia sp., dan Spongia sp.

Secara umum porifera berkembang biak dengan dua cara yaitu aseksual dan seksual secara aseksual dengan pembentukan kuncup tunas pada bagian luar dan pembentukan gemmulae (plasma bening) oleh arkeosit. Perkembangbiakan aseksual ini dilakukan bila keadaan tidak sesuai untuk melakukan perkembangan secara seksual. Beberapa jenis porifera bermanfaat bagi manusia. Sisa sponya dapat digunakan alat penggosok badan dan pembersih kaca. Contoh Spongia sp. Jenis lainnya berperan penting menyusun biodiversitas di dasar samudera. Selain itu, anggota porifera juga mampu bersimbiosis dengan bakteri yang menghasilkan “bioaktif”. Bioaktif ini dapat di manfaatkan sebagai bahan baku obat.

b) Coelenterata/Cnidaria

Coelenterata merupakan hewan berongga dengan bentuk tubuh simeti radial. Hewan ini ada yang hidup secara koloni di laut. Contohnya ubur-ubur dan anemon. Tetapi ada pula yang hidup soliter contohnya Hydra. Kelompok hewan coelenterata termasuk hewan diploblastik. Pada bagian ektoderm, terutamabagian tentakel terdapat sel jelatang yang disebut knidoblas. Di dalam knidoblas terdapat nematokis. Nematokissebagai alat penyengat yang bisa membuat gatal mangsanya. Apabila bertemu dengan mangsanya nematokis bisa dilepaskan dan mengeluarkan zat racun hipnotoksin.Gastrodermis berfungsi sebagai rongga gastrovaskuler (enteron, usus). Coelenterata dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa. 

1). Hydrozoa, anggota dari kelas ini hidupnya ada yang soliter dan koloni. Mereka termasuk hewan akuatik, yaitu hidup di perairan, baik perairan tawar maupun laut. Umumnya, mereka berbentuk polip. Contoh hewan coelenterata kelas Hydrozoa: Hydra sp. 

2). Scyphozoa, jenis coelenterata yang memiliki fase medusa dalam daur hidupnya adalah scyphozoa. Kelas Scyphozoa memiliki anggota dengan ciri-ciri tubuhnya yang menyerupai mangkuk. Mereka memiliki siklus hidup yang terdiri dari fase polip dan fase medusa. Tapi, fase medusa lebih menonjol di sini. Contoh hewan Scyphozoa: Aurelia aurita (uburubur). 

3). Anthozoa, kelas ini memiliki bentuk yang menyerupai bunga. Mereka hanya mengalami fase polip, karena fase medusanya telah tereduksi. Contoh hewan Anthozoa: Metridium (anemon laut). 

c) Filum Platyhelminthes 

Platyhelminthes (cacing pipih) merupakan hewan yang mempunyai bentuk simetri bilateral dan tidak mempunyai rongga tubuh (selom) Tubuhnya tersusun atas tiga lapisan (tripoblastik) yaitu ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Ekotoderm akanmembentuk epidermis dan kutikula. Mesoderm akan membentuk alat reproduksi, jaringan otot dan jaringan ikat. Sementara itu, endoderm akan membentuk gastrovaskuler yang merupakan saluran pencernaan. Walaupun sudah mempunyaisaluran pencernaan, akan tetapi tidak mempunyai anus. Kelompok hewan ini hidup secara parasit tetapi ada juga yang hidup bebas di perairan. Platyhelminthes dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Turbellaria (cacing berambut getar), Trematoda (cacing isap), dan Cestoda (cacing pita).

1). Kelas Turbellaria 

Kelompok cacing ini hidup di perairan, genangan air, kolam atau sungai. Biasanya cacing ini menempel pada bebatuan atau daun yang tergenang air. Contoh anggota Turbellaria yaitu Planaria sp. 

2). Kelas Trematoda 

Trematoda hidup parasit pada manusia dan hewan. Oleh karena itu, Trematoda mampu menghisap makanan dari inangnya. Cacing ini biasa hidup di dalam hati, paru-paru dan usus. Permukaan tubuh Trematoda tidak bersilia. Tubuhnya ditutupi kutikula. Di sekitar mulutnya terdapat satu atau lebih alat isap (sucker). Sucker ini dilengkapi dengan gigi kitin. Contoh cacing ini yaitu Fasiola hepatica (cacing hati) 

3). Kelas Cestoda 

Kelompok cacing ini memiliki tubuh berbentk pipih panjang yang menyerupai pita. Cacing ini merupakan endoparasit dalam saluran pencernaan vertebrata dan bersifat hermaprodit. Tubuh cacing ini terdiri atas segmen-segmen. Setiap segmennya disebut proglotid. Cacing ini memiliki kepala yang disebut skoleks.

Pada skoleks terdapat kait-kait (rostelum). Alat kait ini tersusun dari bahan kitin. Pada skoleks juga terdapat empat buat penghisap untuk melekat pada dinding usus. Di dalam tubuh manusia, cacing berkembangbiak secara seksual dengan membentuk telur. Proglotid akhir yang mengandung telur masak akan terlepas dari rangkaian proglotid serta keluar dari usus inang bersamaan dengan feses. Apabila proglotid akhir ini termakan oleh sapi, maka telur akan menetas dan keluarlah larva yang disebut heksakan (onkosfer). Larva heksakan akan menembus dinding usus sapi, menuju jaringan, antara lain jaringan otot. Di dalam jaringan ini heksakan berubah menjadi sistiserkus. Apabila manusia memakan daging sapi yang mengandung sistiserkus, maka sistiserkus akan berkembang menjadi cacing pita dewasa di dalam usus. Selanjutnya daur hidup cacing ini terulang kembali.

4). Filum Nemathelminthes 

Nemathelminthes (cacing gilig) mempunyai bentuk tubuh silindris dan bulat panjang. Permukaan tubuhnya tidak bersegmen, tetapi ditutupi oleh kutikula. Hewan ini termasuk bilateral simetris. Tubuh Nemathelminthes tersusun triploblastik dan sudah mempunyai rongga badan yang disebut pseudocoelom. Cacingini hidup bebas, ada pula yang parasit. Cacing ini dapat di temukan di darat, air tawar dan air laut. Beberapa anggota Nemathelminthes hidup parasit dan merugikan manusia. Contoh :Ascaris lumbricoides (cacing filarial), Oxyuris vermincularis(cacing kremi). Cacing gelang hidup parasit di usus manusia, cacing ini dapat menyebabkan penyakit ascariasis atau cacingan. Tubuh cacing ini tertutup oleh lapisan kutikula yang berfungsimelindungi tubuh dari pencernaan manusia. Cacing betina mempunyai tubuh yang ujungnya lurus, sedang jantan tubuhnya melengkung. Cacing ini hanya berkembang secara seksual 

5). Filum Annelida 

Cacing anggota Annelida hidup di berbagi tempat yaitu air laut, air tawar dan daratan. Cacing ini telah mempunyai rongga (coelom). Tubuhnya dilapisi kutikula dan termasuk triploblastik. Annelida melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Walaupun Annelida bersifat hermaprodit namun saat melangsungkan fertilisasi tetap diperlukan dua individu cacing. Jenis anelida yang mempunyai banyak seta dikelompokan kepada Polychaeta, sedangkan yang hanya memiliki sedikit seta dikelomokan kepada Oligohaeta, dan yang tidak memiliki seta dikelompokan kepada Hirudinea. a) Kelas Polychaeta, contohnya : Eunice (cacing palolo), Lycidice (cacing wawo). b) Kelas Oligohaeta, contohnya : Pheretima, Tubifek c) Kelas Hirudinae, contohnya : Haemadipsa javanica (pacet), Hirudo medicinalis (lintah).

6). Filum Mollusca

 Anggota Mollusca mempunyai tubuh lunak dengan bentuk simetri bilateral. Lapisan tubuhnya termasuk triploblastik. Hewan ini hanya hidup dilaut, air tawar dan darat. Tubuh mollusca tidak bersegmen tetapi bercangkang. Cangkang hewan ini terbuat dari kalsium karbonat dan berfungsi melindungi tubuhnya. Akan tetapi ada pula Mollusca yang tidak memiliki cangkang, hal ini karena rangka eksternalnya mengalami reduksi menjadi rangka internal. Antara tubuh dan cangkangnya terdapat mantel. Alat gerak hewan ini berupa kaki untuk merayap atau untuk menangkap mangsa. Moluska diklasifikasi berdasarkan bentuk struktur tubuhnya terbagi menjadi 5 kelompok antara lain sebagai berikut. 

a). Kelas Amphineura, kelompok dengan cangkang berjumlah 8 yang tersusun dari atap rumah pada tubuhnya. Cangkang tersebut berbuat dari zat kapur. Hewan mempunyai tubuh simetri bilateral dengan tubuh seperti telur dan pipih. Hewan ini terdapat di laut dan biasanya menempel di bebatuan dan bernapas menggunakan insang. Sistem pencernaan berawal dari mulut dan berakhir dengan anus. Ia memiliki kaki berbentuk pipih, dan memiliki struktur lidah parut (Ranula) yang dilengkapi dengan struktur mulut di bagian kepala. Tidak memiliki tentakel dan tidak mempunyai mata. Anggotanya sekitar 700 spesies dan setiap larva hasil pembuahan secara seksual disebut trafoko. 

b). Kelas Cephalopoda, kelompok dengan dua kaki di bagian kepalanya dan hewan yang tidak memiliki cangkang. Tubuhnya terdiri dari kepala, leher, dan badan. Bagian kepala relatif besar dan 2 buah mata dan terdapat 10 bagian memanjang pada bagian kepala, 8 diantaranya berfungsi sebagai lengan berukuran panjang yang disebut dengan tentakel. Hewan ini mempunyai rongga mantel yang ditutupi oleh mantel khas yang ada padanya. Habitatnya dilaut dan bernapas dengan insang, memiliki sistem pencernaan yang lengkap dengan sistem peredaran darah tertutup, dan fertilisasi terjadi di air laut. Cephalopoda dapat berubah warna denagn cepat karena mempunyai otot khusus dan zat kromatofora yang melakukan kombinasi perubahan warna tubuhnya. Pada umumnya melarikan diri dari mangsanya dengan menghasilkan sejenis cairan seperti tinta. Angggotanya dikenal adalah gurita dan cumi-cumi. 

c). Kelas Gastropoda, kelompok yang memfungsikan perut sebagai alat gerak. Istilah Gastropoda berasal dan terdiri dari 2 kata yaitu gaster yang berarti perut dan Podos yang berarti kaki. Gastropoda menghasilkan lendir pada bagian perut yang berfungsi untuk melindungi dan mempermudah dalam bergerak. Gastropoda mempunyai cangkang dengan bentuk tubuh yang simetri bilateral. Di bagian kepala terdapat 2 buah tentakel yang berfungsi sebagai alat indra penglihatan dan penciuman. Gastropoda merupakan hewan hermafrodit Sistem pernapasan Gastropoda adalah paru-paru atau insang yang terletak di dalam rongga mantel. Hewan ini memiliki mulut yang bergerigi dapat dikatakan penuh gigi hal ini disebut dengan radula. Gastropoda memakan tumbuhan, tetapi ada juga yang memangsa hewan lainnya. Sistem pencernaan Gastropoda lengkap dan sistem ekskresi hewan ini melalui nefridia yang bekerja seperti ginjal. Contoh hewan gastropoda adalah siput. 

d). Kelas Scaphopoda, kelompok hewan yang mempunyai cangkang dengan bentuk tajam yang mirip taring atau terompet. Habitat hewan ini terdapat di daerah berlumpur atau berpasir, dan hidup dengan menanamkan diri di daerah tersebut. Di bagian ujung cangkangnya terdapat lubang yang berfungsi untuk beradaptasi diri pada habitatnya. Scaphopoda mempunyai kaki kecil yang digunakan untuk bergerak, di bagian kepala terdapat beberapa tentakel dan tidak mempunyai insang. Contoh schopoda adalah dentalium. 

e). Kelas Bivalvia/ Pelecypoda/ Lammaelibarachiata, kelompok hewan mollusca yang mempunyai kaki pipih dan cangkang

7). Filum Echinodermata Kelompok hewan ini merupakan kelompok hewan berkulit duri. Lapisan tubuhnya tripoblastik dan berbentu

k bilateral simetris saat masih larva. Setelah dewasa, tubuhnya menjadi simetris radial. Rangka tubuh hewan ini terdiri atas lempeng-lempeng kapur. Hal ini karena epidermisnya diperkuat oleh kepingan kapur (osikula). Epidermis dilengkapi dengan tonjolan duriduri halus dari kapur. Mesodermis mengandungendoskeleton yang dapat digerakkan dan terikat lempengan kalkareus. Hewan ini bergerak menggunakan kaki pembuluh (kaki ambulakral). Echinodermata terdiri dari lima kelas, yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holothuroidea, dan Crinoidea.

a).Kelas Asteroidea (bintang laut) Tubuh Asteroidea terdiri dari cakram sentral dengan lima lengan, sehingga disebut juga bintang laut. Tubuhnya dapat dibedakan sisi oral (sisi bawah) di mana terdapat mulut dan sisi aboral (sisi atas) di mana terdapat anus. Sisi aboral tertutup oleh duri-duri dan terdapat lubang madreporit. Contoh: Asterias forbesi, Linckia laevigata. 

b).Echinoidea (landak laut) Echinoidea memiliki bentuk tubuh bundar, agak pipih, tanpa lengan. Duriduri pada tubuhnya dapat digerakkan bagian pangkalnya. Di sisi oral tubuhnya terdapat tabung-tabung telapak yang berfungsi untuk bergerak. Bernapas dengan branki dermal, berjumlah lima pasang. Di sisi aboral tubuhnya terdapat lima papan kapur yang disebut papan genital dan satu di antaranya merupakan madreporit. Contoh: Diadema saxsatile, Echinothrix sp. 

c). Ophiuroidea (bintang ular laut) Ophiuroidea memiliki bentuk tubuh seperti bintang laut, namun lengannya lebih panjang dan lentur. Celah mulutnya terdapat di sisi ventral, tanpa anus. Bintang ular laut hidup di sela-sela karang, bertahan dengan membuat liang persembunyian, dan aktif pada malam hari. Papan madreporit ada di sisi bawah tubuhnya. Contoh: Ophiura sp 

d).Holothuroidea (mentimun laut) Holothuroidea memiliki tubuh lunak berbentuk seperti kantung memanjang. Dalam tubuhnya terdapat papan-papan berkapur. Mulut terdapat di ujung anterior yang dikelilingi oleh tentakel bercabang-cabang, adapun anus terdapat di ujung posterior. Jenis kelamin terpisah yang jantan dan betina, namun ada yang hermaprodit. Larva mentimun laut dapat berenang bebas. Contoh Holothuria scabra, Thyone byereus (mentimun laut). 

e). Crinoidea (leli laut) Crinoidea memiliki bentuk tubuh seperti tumbuhan, hidup melekat di suatu tempat, tapi ada juga yang dapat berpindah tempat. Tubuhnya memiliki semacam akar untuk melekatkan diri pada suatu tempat yang disebut cirri. Crinoidea yang dapat berenang bebas tidak memiliki cirri. Mulutnya terdapat di ujung tubuh, dikelilingi lengan/tentakel. Pemakan plankton yang ditangkap dengan bantuan tentakelnya. Gonade terdapat di ujung lengannya. Hewan ini mengalami fertilisasi internal di mana zigot berkembang dalam tubuh. Contoh: Metacrinus sp (melekat di suatu tempat), Antedon sp (hidup bebas).

8). Filum Arthopoda 

Hewan Arthropoda mempunyai tubuh simetris bilateral, beruasruas dan mempunyai kerangka luar (eksoskeleton). Kerangka luar hewan Arthropoda terbuat dari bahan kitin (zat tanduk). Tubuh hewan ini terbagi atas ruas kepala (cephala), ruasdada (thorax), dan perut (abdomen). Sistem reproduksi pada arthropoda terpisah, artinya ada hewa jantan dan ada hewan betina. Sebagian hewan Arthropoda mengalami metamorphosis,baik metamorphosis sempurna (holometebola) ataupun metamorphosis tidak sempurna (metabola). Sementara itu, Arthropoda yang tidak mengalami metamorphosis disebut ametabola. Klasifikasi filum arthropoda sebagai berikut:

a). Crustacea, kelas ini sebagian besar anggotanya hidup di air, bernapas dengan insang. Tubuhnya terdiri dari bagian kepala-dada yang bersatu (sefalotorak) dan perut (abdomen). Crustacea eksoskeleton keras, terdiri dari zat kitin yang berlendir. Pada bagian sefalotorak terdapat lima pasang kaki besar yang berfungsi untuk berjalan (kaki jalan) di mana sepasang kaki pertama berukuran lebih besar disebut keliped. Adapun di bagian abdomen terdapat 5 pasang kaki berukuran kecil yang berfungsi untuk berenang (kaki renang). Bagian depan sefalotorak terdapat sepasang antena panjang dan sepasang antenule pendek. Crustacea dibedakan menjadi 2, yaitu :

 – Entomostraca (mikrocrustacea), misalnya Daphnia sp, Cyclops sp, yang merupakan komponen penting dari zooplankton. 

– Malacostraca (makro-crustacea), misalnya Pinnaeus monodon (udang windu), Cancer sp (kepiting), Panulirus sp (lobster).

b).Myriapoda, hewan yang tergolong kelas Myriapoda memiliki banyak segmen tubuh, dapat mencapai 100 – 200 ruas. Tubuh terdiri dari kepala yang kecil, berada pada ruas pertama, dan perut yang pada tiap ruasnya memiliki sepasang atau dua pasang kaki. Habitatnya di darat, bernapas dengan paru-paru buku. 

c).Arachnida, tubuh terdiri dari bagian kepala-dada yang menyatu (sefalotorak) dan perut (abdomen) yang bulat. Kepala kecil, tanpa antena, terdapat beberapa mata tunggal (oceli). Habitatnya di darat, bernapas dengan paru-paru buku. Mempunyai kaki empat pasang yang terdapat pada sefalotorak. Pada sefalotorak terdapat alat tambahan berupa sepasang kelisera yang beracun dan sepasang palpus. Pada ujung posterior abdomen, sebelah ventral anus terdapat sutera dan bermuara pada alat serupa pembuluh yang disebut spinneret. Makanannya berupa cairan tubuh hewan lain dan diisap melalui mulut dan esofagus. Jenis kelamin terpisah, fertilisasinya terjadi secara internal. Telur yang telah dibuahi diletakkan dalam kokon-kokon sutera yang dibawa ke mana-mana oleh hewan betina. Contoh: kalajengking, laba-laba.

d).Insecta, kelas terbesar dalam Arthropoda, bahkan anggota insekta merupakan bagian terbesar dari filum Animalia. Lebih dari satu juta spesies Insekta hidup di bumi ini. Dari jumlah itu setengahnya telah diuraikan secara tertulis dan diterbitkan. Tubuh insekta terdiri dari tiga bagian, yaitu kepala (caput), dada (toraks), dan perut (abdomen). Di kepala terdapat bermata tunggal (oceli), mata majemuk (faset), alat-alat mulut, mungkin juga antena. Dada terdiri dari tiga ruas, yaitu protoraks, mesotorak dan metatoraks. Kaki dan sayap terdapat di bagian dada. Insekta memiliki tiga pasang kaki (heksapoda), bersayap sepasang atau dua pasang, meski ada sebagian insekta yang tidak bersayap. Habitat di darat, air tawar (terutama pada stadium muda), dan beberapa jenis hidup di laut. Ukuran tubuhnya mulai dari beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter (insekta terpanjang, Pharmacia serratipes, panjangnya mencapai 26 cm). Tipe mulut insekta bermacam-macam (mengisap, menusuk dan mengisap, menggigit, mengunyah). Bernapas dengan trakea yang bercabang-cabang dan terbuka pada sepasang spirakulum pada sisi-sisi tubuh. Insekta mengalami metamorfosis, baik metamorfosis sempurna maupun tidak sempurna (beberapa golongan serangga tidak mengalami metamorfosis).


D. VERTEBRATA

Beberapa ahli zoology memasukkan sub phylum Hemichordata, Urochordata, dan Cephalochordata menjadi satu kelompok yang disebut Acrania (A=tidak; cranium = tempurung kepala), sedangkan kelompok lain yang telah mempunyai cranium disebut craniata, yaitu sub phylum vertebrata. 
Sub phylum vertebrata dibagi atas dua super klas yang semuanya terdiri atas 8 klas: 
Super klas I; Pisces ada 4 kelas yaitu: 
1. Agnatha (a = tidak, gnathum = rahang) 
2. Placodermata (bersisik placoid) 
3. Chondrichtyes (ikan bertuulang rawan, termasuk ikan hiu) 
4. Osteichtyes (ikan bertulang keras)

 Super klas II; Tetrapoda (tetra= empat, poda = kaki), ada 4 klas, yaitu: 
1. Amphibia (amphi= dua, bios= hidup) 
2. Reptilia (hewan melata) 
3. Aves (hewan unggas atau burung) 
4. Mamalia (mamae=susu, artinya hewan menyusui)

Ciri khusus vertebrata adalah sebagai berikut: 
1. Tubuhnya terbungkus oleh epidermis dan dermis (pada hewan yang hidup air ditutup oleh sisik dengan manyak mengandung kelenjar mucosa = glandula mucosa, hewan hidup didarat biasanya kulit luar menanduk atau menjadi keras, pada Reptilia kadang-kadang terdapat sisik tebal, dan pada burung terdapat bulu, dan pada mamalia terdapat rambut. 
2. Memliki endoskeleton. 
3. Memiliki cranium. 
4. Terdapat otot/daging untuk bergerak. 
5. Memiliki tractus digestivus. 
6. Memiliki sistem circularia (sistem peredaran darah) 
7. Memiliki sistem respirstoria (sistem pernapasan) 
8. Memiliki sistem excretoria (sistem ekskresi)
9. Memiliki sistem nervorum (sistem saraf) 
10.Memiliki sistem endokrin 
11.Memiliki sistem sensoris (indera) 
12.Memiliki sistem reproduksi.

Sub phylum vertebrata dibagi atas dua super klas yang semuanya terdiri atas: 
a. Kelas Pisces 
Kelas Pisces (ikan) adalah kelas dari subfi lum Vertebrata yang seluruh anggotanyahidup di air (akuatik), baik air tawar maupun air laut. 
1. Ciri-Ciri Umum 
  •  Habitat di perairan. 
  • Triploblastik. 
  • Selomata.
  • Struktur tubuh ikan terdiri dari kepala (mengandung otak), badan dan ekor. 
  • Mempunyai gurat sisi untuk dapat merasakan tekanan air. 
  • Badan atau batang berotot, mengelilingi sebuah rongga yang berisi organ internal. 
  • Kulit yang dilengkapi dengan kelenjar penghasil lendir agar kulit selalu licin dan ada yang tertutup sisik. 
  • otot ekor post-anal. Ikan juga pada umumnya mempunyai kulit yang sangat berguna untuk menutupi tubuh beserta dengan sekresi kelenjar berlendir yang akan mengurangi gesekan tubuh ikan dengan air, juga hampir seluruh jenis ikan mempunyai sisik yang berhubungan dengan sekresi kelenjar lender membentuk lapisan yang nyaris tahan air. 
  • Bernapas dengan menggunakan ikan menggunakan insang yang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan juga selalu lembap;
  • Jantung terdiri dari 2 ruangan yaitu 1 serambi dan 1 bilik.
  • Sistem peredaran darah tertutup. 
  • Alat pencernaan lengkap.
  • Poikoiloterm (berdarah dingin)
  •  Dioecious (kelamin terpisah) 
  • Alat ekskresi berupa ginjal. 
  • Reproduksi seksual dengan fertilisasi internal atau eksternal.

2. Klasifikasi 
Kelas Pisces dibagi menjadi dua subkelas, yaitu subkelas Chondrichthyes dan subkelas Osteichthyes : 
  •  Subkelas Chondrichthyes (ikan bertulang rawan) berasal dari bahasa Yunani, yaitu chondros yang berarti rawan dan ichthyes yang berarti ikan. Contohnya adalah ikan hiu (Squalussp.) dan ikan pari(Makararaja sp.) 
  • Subkelas Osteichthyes (ikan bertulang sejati atau keras) Osteichthyes berasal dari bahasa Yunani, yaitu osteon yang berarti tulang dan ichthyes yang berarti ikan. Contohnya adalah ikan gurame (Osphronemus goramy), ikan lele (Clarias sp.), dan ikan tuna (Thunnus sp.). 
3. Peranan 
  • Menjaga keseimbangan ekosistem perairan karena posisinya sebagai komponen biotik yang menempati tingkatan tropik tertentu dalam rantai makanan.
  • Sumber protein tinggi terutama omega yang bermanfaat meningkatkan kecerdasan. 
  • Dagingnya mengandung asam lemak tidak jenuh. 
  • Tulang ikan dapat dimanfaatkan sebagai tepung ikan dan bahan pembuat lem. 
  • Hiasan akuarium. 
  • Beberapa ikan ganas yang di tempatkan pada habitat yang bukan habitatnya dapat ikan lokal sehingga dapat merusak keseimbangan ekosistem. 
  • Ikan ganas jenis tertentu dapat menyerang manusia.
b. Kelas Amphibia 
Amphibia berasal dari bahasa Yunani, yaitu amphi yang berarti kedua dan bios yang berarti hidup. Amphibia merupakan hewan yang dapat hidup di dua alam, yaitu darat dan air tawar, tetapi tidak hidup di air laut 
1. Ciri-Ciri Umum: 
  • Tubuh terdiri dari kepala dan badan untuk katak namun saat masih berudu memiliki ekor. 
  • Tubuh terdiri dari kepala, badan, dan ekor untuk Salamander. 
  • Tubuh dilapisi oleh kulit berlendir.
  • Pada kepala katak terdiri atas kelopak mata dan membrane niktitan (selaput/membran pelindung mata saat katak berenang di air) 
  • Lidah katak dapat dijulurkan panjang untuk menangkap mangsa. 
  • Simetri bilateral. 
  • Selomata. 
  • Triploblastik. 
  • Poikiloterm. 
  • Sistem peredaran darah tertutup. 
  • Jantung beruang 3 terdiri dari 2 serambi dan 1 bilik. 
  • Alat respirasi berupa insang (berudu), paru-paru dan kulit (saat dewasa) 
  • Ginjal sepasang. 
  • Alat pencernaan makanan lengkap. 
  • Reproduksi seksul dengan fertilisasi internal, ovipar. 
  • Memiliki selaput renang yang membantu katak berenang.
  • .Mengalami metamorfosis sempurna. 
2. Sistem organ
  1.  Sistem pencernaan pada Amphibia terdiri atas mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus, dan kloaka. Pada langit-langit mulut, terdapat gigi vomer. Lidah bercabang dua pada ujungnya dan mengandung zat perekat yang berfungsi untuk menangkap serangga. Amphibia juga memiliki hati, pankreas, dan kantong empedu. 
  2. Sistem peredaran darah darah pada Amphibia merupakan sistem peredaran darah ganda dan tertutup. Peredaran darah ganda adalah peredaran darah yang melewati jantung sebanyak dua kali dalam peredarannya. Jantung memiliki tiga ruangan, yaitu 2 buah serambi(serambi kanan dan serambi kiri) serta sebuah bilik. 
  3. Sistem respirasi pada Amphibia berupa insang, kulit, dan paru-paru. Selama dalam fase berudu, Amphibia bernapas dengan insang. Sementara saat dewasa, Amphibia bernapas dengan paru-paru dan kulit. Paru-parunya berupa kantongkantong dengan dinding yang memiliki banyak ruangan. 
  4. Sistem koordinasi pada Amphibia terdiri atas sistem saraf dan sistem hormon. Sistem saraf berupa otak yang terbagi menjadi 5 bagian dan 10 saraf kranial. Sistem hormon berupa kelenjar pituitari, kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, pulau-pulau Langerhans, dan gonad (kelenjar kelamin). Kelenjar pituitari yang terletak di bawah otak menghasilkan hormon-hormon perangsang pertumbuhan, perangsang metamorfosis, perangsang gonad, pengendali perluasan sel-sel pigmen yang menyebabkan warna kulit menjadilebih gelap, serta pengatur keseimbangan air dan kontraksi otot. 
  5. Alat indra pada Amphibia terdiri atas mata, lubang hidung, dan telinga. Mata dilindungi oleh membran niktitans (kelopak tidur), kelopak mata atas, dan kelopak mata bawah. Fungsi membran niktitans adalah untuk membasahi bola mata dan melindungi mata saat berada di dalam air. 
  6. Lubang hidung berjumlah sepasang dan berhubungan dengan rongga mulut melalui koane. Telinga terdiri atas dua bagian, yaitu telinga tengah dan telingadalam. Telinga tengah berhubungan dengan faring melalui saluran Eustachius. Membran timpani (gendang telinga) dimiliki oleh katak dan bangkong, sedangkan salamander tidak memilikinya. Pada Amphibia tidak terdapat telinga luar. 
  7. Sistem reproduksi Amphibia memiliki alat kelamin yang terpisah dan bereproduksi secara ovipar dengan fertilisasi eksternal. Telur Amphibia tidak bercangkang, tetapi diselubungi oleh gelatin. Telur yang telah dibuahi akan berkembang menjadi larva (berudu). Berudu hidup di air dan bernapas dengan insang luar yang kemudian beralih dengan insang dalam. Berudu memiliki ekor yang panjang dan tidak berkaki. Berudu akan mengalami metamorfosis sempurna, sehingga menjadi katak dewasa yang berkaki, tidakberekor, serta bernapas dengan paru-paru dan kulit.
3. Peranan: 
  • Menjaga keseimbangan ekosistem karena posisinya sebagai komponen biotikyang menempati tingkatan tropik tertentu dalam rantai makanan; 
  • Sumber protein tinggi sehingga memiliki nilai ekonomi; 
  • Katak merupakan organisme yng banyak digunakan dalam penelitian di laboratorium; 
  • Kulit katak atau kodok dapat disamak menjadi bahan tas atau dompet; 
  • Racun bufotalin dan bufotenin dari kodok (Bufo marinus) menguatkan denyut jantung
c. Kelas Reptilia 
Reptilia berasal dari bahasa Latin, yaitu repto yang berarti melata. Reptilia meliputi hewanhewan seperti kadal, tokek, buaya, kura-kura, atau cicak. Anggota Reptilia cenderung beradaptasi dengan kehidupan darat, namun ada juga yang hidup di perairan seperti rawa, sungai, danau, atau laut 
1. Ciri-Ciri Umum 
  • Habitat di darat atau air. 
  • Simetri bilateral. 
  • Triploblastik. 
  • Poikiloterm. 
  • Eksotermik. 
  • Tubuh terdiri dari kepala, leher, badan dan ekor. 
  • Tubuh ditutupi sisik dari keratin sehingga kedap air dan mencegah dehidrasi. 
  • Memiliki 4 kaki untuk melata kecuali ular. 
  • Alat pencernaan lengkap. 
  • Memiliki gigi dan lidah. 
  • Peredaran darah tertutup. 
  • Jantung dibedakan menjadi 4 ruang yaitu dua serambi dan 2 bilik. 
  • Reproduksi seksual secara internal. 
  • Ovipar, ovovivipar. 
  • Ekskresi dengan ginjal yang pipih. 
  • Sistem saraf otak dan 12 pasang saraf kranial. 
  • Beberapa melakukan hibernasi. 
  • Memiliki kelenjar pembau dekat kloaka, pada kura-kura kelenjar bau dapat ditemukan di antara perisai dorsal (karapaks) dan perisai ventral (plastron). 
  • Reptilia terbagi menjadi empat ordo, yaitu ordo Crocodylia, Rhynchocephalia, Squamata, dan Testudines.
2. Peranan 
  • Menjaga keseimbangan ekosistem karena posisinya sebagai komponen biotikyang menempati tingkatan tropik tertentu dalam rantai makanan. 
  • Pembasmi hama alami, contoh ular di sawah merupakan predator alami untuk membasmi hama tikus. 
  • Kulit reptilia bernilai ekonomi tinggi karena diproses menjadi tas, sepatu, danikat pinggang. 
  • Beberapa daerah atau negara mengkonsumsi daging beberapa jenis reptilian. 
  • Bisa ular dapat dijadikan sebagai serum
d. Kelas Aves 
Kelas Aves merupakan anggota Vertebrata yang memiliki ciri khas, yaitu tubuh ditutupi oleh bulu yang berasal dari epidermis. Anggota kelas Aves umumnya memiliki alat gerak berupa sayap untuk terbang. 
1. Ciri Umum 
  • Habitat di rawa-rawa, padang rumput, pesisir pantai, tengah lautan, gua-gua batu, perkotaan, dan wilayah kutub. 
  • Simetri bilateral. 
  • Triploblastik. 
  • Homoiterm. 
  • Memiliki sepasang sayap yang umumnya digunakan untuk terbang dan sepasang kaki untuk berjalan. 
  • Tubuh ditutupi bulu dari keratin kecuali kaki dan paruh. Bulu burung berganti minimal sekali dalam setahun. 
  • Bentuk paruh disesuaikan dengan jenis makanan. 
  • Tulang berongga untuk meringankan tubuh Aves. 
  • Peredaran darah tertutup. 
  • Jantung terbagi menjadi 4 ruang yaitu 2 serambi dan 2 bilik. 
  • Alat pencernaan makanan lengkap.  Tidak memiliki gigi untuk mengunyah tetapi memiliki tembolok. 
  • memiliki cakar tajam untuk mencengkeram mangsa, cakar pemanjat pohon, cakar penggali tanah dan serasah, cakar berselaput untuk berenang, cakar kuat untuk berlari dan merobek perut musuhnya. 
  • Warna bulu dihasilkan oleh butir pigmen melanin dan karotenoid. 
  • Sistem ekskresi dengan menggunakan ginjal metanefros.
  • Tidak memiliki vesica urinaria. 
  • Reproduksi seksual dengan fertilisasi internal.
  • Ovipar
2. Peranan 
  • Menjaga keseimbangan ekosistem karena posisinya sebagai komponen biotikyang menempati tingkatan tropik tertentu dalam rantai makanan. 
  • Sumber protein dari daging dan telur. 
  • Bulu bulu bisa dijadikan hiasan asesoris. 
  • Bulu sebagai bahan industri kok (suttlecock) bulu tangkis. 
  • Bahan obat – obatan herbal, misal sarang burung wallet. 
  • Hiburan dari warna dan kicauan burung.
e. Kelas Mammalia 
Mammalia berasal dari bahasa Latin, yaitu mamae yang berarti susu. Mammalia meliputi hewan yang memiliki kelenjar susu pada hewan betinanya, sedangkan kelenjar susu pada hewan jantan mengalami reduksi (menyusut). 
1. Ciri – ciri umum 
  • Habitat di darat. 
  • Mempunyai kelenjar susu. 
  • Simetri bilateral. 
  • Selomata.
  • Triploblastik. 
  • Tubuh ditutupi rambut. 
  • Homoiterm
  • Alat gerak digunakan untuk berjalan, berenag, dan memegang sesuatu. 
  • Memiliki kuku atau cakar untuk Mamalia pemanjat. 
  • Memiliki gigi taring, gigi seri dan juga gigi geraham. 
  • Alat respirasi paru-paru. 
  • Ekskresi menggunakan ginjal, paru-paru, hati, dan kulit. 
  • Peredaran darah tertutup. 
  • Jantung dibedakan menjadi 4 ruang yaitu 2 serambi dan 2 bilik.
  • Darah terdiri dari plasma darah dan sel darah : eritrosit, leukosit, dan trombosit. 
  • Alat pencernaan makanan lengkap. 
  • Reproduksi seksual dengan cara fertilisasi internal. 
  • Embrio berkembang di dalam rahim (Vivipar)
2. Klasifikasi 
Kelas Mamalia dibagi dalam 12 Ordo, yakni: 
  1. Ordo Marsupialia, contoh: kangguru (Dendrolagus sp), opossum (Didelphia marsupialia), kuskus (Phalanger sp), dan koala (Phascolarctus sp) 
  2. Ordo Insektivora, contoh: Scalopus sp, Echinosorex albus, dan Scapanus sp 
  3. Ordo Dermoptera, contoh: Gakopithecus sp.
  4.  Ordo Chiroptera, contoh: Desmodus sp (vampire), Pteropus edulis (kalong Jawa), dan Myotes sp. 
  5. Ordo Primata, contoh: kera, orang utan, monyet, dan lutung. 
  6. Ordo Rodentia, contoh: Rattus sp (tikus), Sciurus sp (tupai pohon), dan Erethyson sp(landak), Marmota sp (marmut), dan Mus musculus (mencit) 
  7. Ordo Carnivora, contoh: Felis leo (singa), Canis lupus (serigala), Felistigris(harimau) 
  8. Ordo Laghomorpha, contoh: kelinci (Oryctologus cuniculus) 
  9. Ordo Cetacea, contoh: Dolphinus delvis (dolpin laut), Phalenoptera musculus (paus biru) 
  10. Ordo Proboscidea, contoh: Loxodonta africana (gajah Afrika), Elephas maximus (gajah di India dan Indonesia) 
  11. Ordo Perissodactyla, contoh : keledai (Equus asinus), kuda (Equus caballus), dantapir (Tapirus indicus) 
  12. Ordo Artiodactyla, contoh : Antilocarpa sp (antelope), Cervus sp (kijang), Bos sondaicus (banteng)
3. Peranan 
  • Bahan baku indrustri kain dari benang wool; 
  • Bahan baku industri berbahan dasar kulit; 
  • Bahan baku industri pangan dari hewani baik daging maupun susu; 
  • Wahana wisata dan edukasi; 
  • Alat transportasi; 
  • Membantu dibidang pertanian